Beranda Lagu Daerah 15+ Lagu Daerah Sumatera Utara dan Penjelasannya

15+ Lagu Daerah Sumatera Utara dan Penjelasannya

inilah 15+ lagu daerah sumatera utara berikut penjelasannya.

Lagu Daerah Sumatera Utara – Sebelumnaya kami disini sudah membahas tentang lagu daerah sumatera barat, dan dikesempatan kali ini kami juga akan membahas lagi tentang lagu tradisional Indonesia, khususnya dari daerah Sumut (Sumatera Utara).

Sumatera Utara ini adalah Provinsi yang berada di Pulau Sumatera, dan daerah ini berbatasan langsung dengan Provinsi Aceh dan juga Sumbar (Sumatera Barat).

Memang karena sudah dari keturunan atau memang kemampuan dari individual, dan kita semua sudah menyadari kalau begitu banyak sekali orang-orang yang berasal dari Sumatera Utara sangatlah mahir dalam segi menyanyi, terlebih dengan nada-nada yang sangat tinggi, yang mana tidak semua penyanyi bisa memainkannya.

Dan ini sudah menjadi bukti yang kuat, dari tidak sedikitnya penyanyi papan atas ditanah air, yang diisi oleh orang bersuku batak, baik itu mulai dari penyanyi legendaris bahkan hingga penyanyi masa kini.

Tapi, apakah kalian semua sudah mengetahui apa saja lagu yang menjadi Lagu Daerah Sumatera Utara sampai saat ini? Termasuk lagu yang dijadikan dalam acara perayaan adat maupun budaya mereka? Nah jika belum tahu maka tepat sekali, karena disini kami akan memberikan rangkuman lengkap lagu-lagu daerah Sumut beserta lirik dan lengkap dengan penjelasannya.

Lagu Daerah Sumatera Utara Terpopuler

Mungkin dari kalian sudah tahu bahwa lirik lagu dari daerah sumatera utara ini mengusung nada yang sangat tinggi, dan semua itu menyesuaikan dengan kapasitas tingkatan suara mayoritas para penyanyi yang ada disana, maka tidaklah heran jika begitu sulit untuk dinyanyikan oleh orang yang bukan dari suku batak.

Nah berikut ini kumpulan Lirik Lagu Daerah Sumatera Utara lengkap dengan penjelasannya untuk kalian semua.

1. BUTET

Menurut saya pribadi Lagu Daerah Sumatera Utara Butet adalah lagu daerah yang paling populer, bahkan sampai keplosok Nusantara. Kata Butet sendiri dalam bahasa Batak adalah “Perempuan”. Dan kata Butet ini dijadikan sebagai panggilan untuk nama perempuan, yang mana belum diberikan nama “resmi”, contohnya seperti bayi baru lahir. Selain itu, kata ini juga dijadikan sebagai panggilan umum bagi orang yang belum dikenal.

Selain dijadikan sebagai lagu dalam kegiatan adat, lagu Butet juga bermaknakan perjuangan dari rakyat Sumatera Utara dalam merebut kemerdekaan.

Berikut ini adalah lirik lagu Butet:

Butet, dipangungsian do amangmu ale butet,
Da margurilla da mardarurat ale butet,
Da margurilla da mardarurat ale butet.


Butet, sotung ngolngolan ro hamuna ale butet,
Paima tona manang surat ale butet,
Paima tona manang surat ale butet.


I doge doge doge i dogei doge doge,
I doge doge doge i dogei doge doge.


Butet, sotung sumolsol roha muna ale butet,
Musunta i ikkon saut do talu ale butet,
Musunta i ikkon saut do talu ale butet.


Butet, haru patibu ma magodang ale butet,
Asa adong da palang merah ale butet,
Da palang merah ni negara ale butet.


I doge doge doge i dogei doge doge,
I doge doge doge i dogei doge doge.


I doge doge doge i dogei doge doge,
I doge doge doge i dogei doge doge.


I doge doge doge i dogei doge doge,
I doge doge doge i dogei doge doge.


2. Anju Ahu

Lagu Daerah Sumatera Utara Terpopuler berikutnya berjudulkan Anju Ahu. Anju Ahu jika diartikan adalah “Bujuk Aku”, “Rayu Aku” dan “Maklumi aku”. Lagu yang satu ini juga cukup populer sampai kepelosok negeri.

Lagu ini memiliki cerita tentang sepasang kekasih yang sedang dirundung masalah. Si laki-lakinya yang sedang menghadapi suatu masalah, berharap agar si perempuan bisa mengerti dan memahami keadaannya.

Berikut ini adalah lirik lagu Anju Ahu:

Anju ahu sai anju ahu ale anggi,
Dina muruk manang marsak rohangki,
Nang so hupa boa arsak nadi roha,
Holongni rohangku sai hot doi.


Anju ahu sai anju ahu ale anggi,
Engkelmi mambahen pa sonang rohangki,
Tung saleleng ahu di lambung mi,
Anju ahu sai anju ahu ale anggi.


Nang so hupa boa arsak nadi roha
Holongni rohangku sai hot doi


Anju ahu sai anju ahu ale anggi,
Engkelmi mambahen pa sonang rohangki,
Tung saleleng ahu di lambung mi,
Anju ahu sai anju ahu ale anggi,
Anju ahu sai anju ahu ale anggi.


3. Lagu Daerah Sumatera Utara Sinanggar Tulo

Lagu Tradisional Sumatera Utara terpopuler berikutnya dalah Sinanggar Tulo. Siapa coba yang tak kenal dengan lagu yang satu ini, kepopuleran dari lagu Sinanggar Tulo sudah tidak bisa diragukan lagi, baik di Sumatera Utara sendiri, hingga ke mancanegara.

Lagu Sinanggar Tulo ini sering dibawakan dalam acara-acara adat, upacara, persta pernikahan, dan lain sebagainya, dan lagu ini diiringi dengan dari Tor-Tor yang sangat fenomenal. Meskipun dalam pertujukannya sangat penuh dengan kebahagiaan dan juga keceriaan, tapi makna lagu ini berbeda.

Arti dari lagu Sinanggar Tulo ini berkesan keresahan dari seorang laki-laki yang haru mematuhi perintah ibundanya, dan dimana sang ibu menginginkan putranya memiliki kekasih / pasangan yang masih sesuku dengan sang ibu itu sendiri.

Berikut ini adalah lirik lagu Sinanggar Tulo:

Sinanggar tullo tullo a tullo,
Sinanggar tullo tullo a tullo,
Sinanggar tullo tullo a tullo,
Sinanggar tullo tullo a tullo.


Sinanggar tullo tullo a tullo,
Sinanggar tullo tullo a tullo.


Tu di a ma lu lu an,
Da goreng goreng bahen so bansa,
I tudia maluluan,
Daboru tobing bahen dongan,
Sinanggar tullo tullo a tullo.


Sinanggar tullo tullo a tullo,
Sinanggar tullo tullo a tullo,
Sinanggar tullo tullo a tullo,
Sinanggar tullo tullo a tullo.


Sinanggar tullo tullo a tullo,
Sinanggar tullo tullo a tullo.


Bidang bulung nirimbang,
Da bidangan balung ni dulangsa,
I pandokonni da inang,
Da ikkondo marboru tulang,
Sinanggar tullo tullo a tullo.


4. Na Donang Do Hita Nadua

Arti dari kata “Na Donang Do Hita Nadua” sendiri diambil dari bahasa Batak yang mana artinya “Senangnya Kita Berdua”. Lirik dari lagu ini bersyairkan Batak Toba.

Makna dari lagu Na Donang Do Hita Nadua menceritakan sebuah pasangan yang mana menjalin hubungan asmara dengan penuh kasih sayang, saling setia, berbahagia bersama sampai tua.

Berikut ini adalah lirik lagu Na Donang Do Hita Nadua:

Na sonang do hita na dua,
Saleleng ahu rap dohot ho,
Nang ro dina sari matua,
Sai tong ingotonku do ho.


Hupeop sude denggani basam,
Huboto do tu ahu do roham,
Nang ro dina sari matua,
Sai tong ingotonku do ho.


5. Maria Tamong

Lagu Tradisional Sumatera Utara berikutnya memiliki judul Maria Tamong. Lagu ini berasal dari Daerah Tapanuli Sumatera Utara. Dan kalian harus tahu bahwa lagu yang satu ini adalah jelmaan dari lagu “Nina Bobo”.

Pada pasalnya memang makna lagu Maria Tamong ini adalah sebuah lagu penghantar tidur anak-anak yang dinyanyikan oleh ibunya. Sementara itu sekaligus pencurahan harapan serta do’a dari sang ibu untuk buah hatinya, sambil mengantarkan sampai terlelap.

Berikut ini lirik lagu Maria Tamong:

Salendang ma diginjang kain panjang ma ditoru,
Pangeol ni gonting ma songondengke ma mango lu,
O Mariam Tomong dainang si napang masin.
O Mariam Tomong dainang si napang masin.


Met met dope singk-ru da nunga dihandang-handing,
Met met dope si b-ru da nu-nga dihandang-handingi,
O Mariam Tomong dainang si napang masin. 2x


Halungka dua langka dua langka hundul ahu maradian,
Ta-ngis a-hu ma-lu-ngun hu i-ngot ma si po-ri-ban,
O Mariam Tomong dainang si napang masin. 2x


Ganjang do dalan kuli si rodion ni parodi,
Godang dona so muli rongkap ni naso mangoli,
O Mariam Tomong dainang si napang masin. 2x


Ndang markapal ahu i anggo so kapal Parapat,
Ndang mangoli ahu anggo so boru Hutabarat,
O Mariam Tomong dainang si napang masin. 2x


6. Lagu Daerah Sumatera Utara A Sing Sing So

Lagu tradisional Indonesia yang berasal dari Sumut selanjutnya adalah A Sing Sing So. Lagu ini pertama kalinya dipopulerkan oleh Gordon Tobing, seorang penyanyi Legendaris asal Batak. Dengan lirik yang sederhana dengan musik berdayu-dayu maka menjadikan lagu yang satu ini sangat sesuai untuk segala umur.

Lagu legendaris dari Sumut ini lebih sering dinyanyikan dengan paduan suara, bahkan tidak jarang juga menjadi juara di kanca Internasional.

Makna dari lagu A Sing Sing So berceritakan tentang seorang pemuda yang mana ia sedang berlayar di Danau Toba, dan dimana perasaannya selalu di selimuti oleh rasa rindu dan juga penuh harapan, dengan memimpikan bahwa kekasihnya yang jauh disana akan menjadi jodohnya seumur hidupnya.

Berikut lirik lagu A Sing Sing So untuk kalian:

Sing sing so…, a sing sing so.. 4x
Uwe…
Lugahon au da parau,
Ulluson au da alogo,
Tu hutani da tulang i.


Uwe…
Lugahon au da parau,
Ulluson au da alogo,
Manang tu dia pe taho.


Sotung manimbil roham dahasian,
Paima soro si rokkap ni tondim,
Tiur do toktong,
Lakkani baoadi.


Tarsongon…
Parbissari ni mata niari da..


Uwe… Lugahon…


7. Sik Sik Sibatumanikam

Lagu tradisional ini menceritakan nuansa keceriaan dan juga kegembiraan. Lagu ini juga bisa diterjemahkan dalam makna ajakan kepada semua orang untuk bergembira ria dalam suasana yang sedang diselenggarakan.

Meskipun arti dari lagu yang satu ini belom dapat terverifikasi dengan sempurna, tapi keberadaan lagu ini sangat dicintai dan juga terus dilestarikan oleh masyarakat batak.

Berikut adalah lirik lagu Sik Sik Sibatumanikam untuk kalian:

Sik sik sibatumanikam,
Di parjoged sonamanigotam,
Dimangangingangi simambangka jula jula,
Simambangka jula jula…


Asidenga sidoding,
Asidenga sidoding,
Dideng dideng di pangardang…


Molomar siberengat,
Molomar siberengat,
Marsiap tu sad di bagasan…


Sik sik sibatumanikam,
Di parjoged sonamanigotam,
Dimangangingangi simambangka jula jula,
Simambangka jula jula…


Andor andor gurtilo,
Andor andor gurtilo,
Tilo tilo di ponta bulang…


Maula so binoto,
Maula so binoto,
Hula hula di parjala…


Sik sik sibatumanikam,
Di parjoged sonamanigotam,
Dimangangingangi simambangka jula jula,
Simambangka jula jula…


Detke julung julung,
Detke julung julung,
Disudut ko bona ditorong…


Unang gabe pakporong,
Unang gabe pakporong,
Boroiko moromorong…


Sik sik sibatumanikam,
Di parjoged sonamanigotam,
Dimangangingangi simambangka jula jula,
Simambangka jula jula…


Sik sik sibatumanikam,
Di parjoged sonamanigotam,
Dimangangingangi simambangka jula jula,
Simambangka jula jula…


Sik sik sibatumanikam,
Di parjoged sonamanigotam,
Dimangangingangi simambangka jula jula,
Simambangka jula jula…


Sik sik sibatumanikam,
Di parjoged sonamanigotam,
Dimangangingangi simambangka jula jula,
Simambangka jula jula…


8. Dago Inang Sarge

Dago Inang Sarge memiliki arti “Oh Ibu”. Dan lagu Dago Inang Sarge ini berasal dari Kabupaten Tapanuli, pembuat lagu ini adalah Nahum Situmorang dan NN, ya meskipun sampai sekarang ini belum jelas siapa pembuat lagu ini.

Untuk makna dari Dago Inang Sarge ini sejatinya adalah mengarah ke rasa sedih dalam sebuah hubungan asmara. Dimana kedua pasangan saling menerima keadaan satu sama lain, tapi pada kenyataan Ibu dari mereka tidaklah merestua hubungan tersebut, bahkan memberikan jawaban yang sangat memilukan.

Ini adalah lirik lagu Dago Inang Sarge:

Dago inang sarge, dago inang sarge,
Dago inang sarge, da songoni do do hape.


Bidang bulung ni rimbang,
Umbidangan bulung ni dulang,
Pondok kon ni dainang,
Daingkon marboru ni tulang.


Dago inang sarge, dago inang sarge,
Dago inang sarge, dasongoni do ho hape.


Mandurung ho di pahu,
Dua dua insor tu batu,
Pondok kon ni bagian,
Dua dua ilu madabu.


Dago inang sarge, dago inang sarge,
Dago inang sarge, dasongoni do ho hape.


9. Ketabo

Lagu Tradisional Sumatera Utara selanjutnya adalah ketabo. Arti dari kata ketabo adalah “Ayolah”. Lagu ketabo ini di buat oleh Nahum Situmorang.

Makna dari lagu yang satu ini adalah bercerita tentang ajakan kepada para pendengar atau siapaun untuk dapat mengunjungi kota mereka yaitu sidempuan.

Sedangkan makna dalam lirik lagu ketabo ini menjelaskan ketika daerah Sidempuan sedang musim salak, maka akan banyak sekali para gadis cantik yang berjualan kesana kemari.

Untuk lirik lagunya juga mengisyaratakan bagi para pengunjung siapa tahu ada dari para pengunjung berkunjung ke salah satu rumah gadis untuk bersilaturahmi.

Berikut ini adalah lirik lagu ketabo:

Ketabo, ketabo,
Ketabo dongan tu sidempuan an,
Musim ni salak sao nari disi dongan tonggi- tonggi sapot tai tabo,
Musim ni salak sao nari disi dongan tonggi- tonggi sapot tai tabo.


I lebaya nung ia domuda manyapai ho,
I lebaya tabo begeon disi,
Ketabo ketabo ketabo dongan tu sidempuan an,
Asamar kusip hita naro on disi,
ketabo ketabo, ketabo,
Ketabo I lebaya.


Tusido tusido,
Angka bujung bujung ro tu pohon an,
Jeges jeges sude jengkar jengkar muse uli uli sude lago lago,
Jeges jeges sude jengkar jengkar muse uli uli sude lago lago.


I lebaya nung ia domuda manyapai ho,
I lebaya tabo begeon disi,
Ketabo ketabo ketabo dongan tu sidempuan an,
Asamar kusip hita naro on disi
ketabo, ketabo, ketabo,
Ketabo I lebaya.


10. Lagu Daerah Sumatera Utara Lisoi

Lagu adat yang berasal dari Sumatera Utara berikutnya adalah Lisoi. Dan lagu yang berasal dari tanah Batak ini juga di buat oleh Nahum Situmorang, dan dipopulerkan oleh Group Band Seringgai.

Makna dari lagu Lisoi ini adalah mendeskripsikan bagaiman pergaulan orang-orang batak, baik itu Sumatera Utara, maupun diluar daerah. Inti dari lagu ini yaitu menceritakan bagaiman orang-orang Batak saat bersikap dan juga berperilaku dalam sebuah pergaulan.

Ini adalah lirik lagu dari Lisoi:

Dongan sapangkil laan, o parmitu,
dongan sapartinaonan, o parmitu,
arsak rap mangkalupahon, o parmitu,
to le marap mangan de hon, o parmitu.


Lisoi lisoi lisoi lisoi,
o parmitu lisoi,
lisoi lisoi lisoi lisoi,
inum ma tu akmi.


Sirupma sirupma dor gukma dor gukma,
handit ma galasmi,
Sirupma sirupma dor gukma dor gukma,
ingkon rumar do i.


Lisoi lisoi lisoi lisoi,
o parmitu lisoi,
lisoi lisoi lisoi lisoi,
inum ma tu akmi.


Lisoi …!


11. Madekdek Magambiri

Lagu daerah Sumatera Utara Berikutnya adalah Madekdek Magambiri. Arti dari kata Madekdek Magambiri adalah “Jatuhnya Buah Kemiri”. Dan maksud dari makna Madekdek Magambiri adalah menceritakan tentang bagaimana rasa kasih sayang dan cinta orangtua kepada anaknya.

Selain itu, lagu Madekdek Magambiri ini juga memiliki arti menggambarkan tentang bagaima perilaku sang anak, pastinya tidak jauh berbeda dengan orantuanya.

Jadi kalau kita ibaratkan buah kemiri yang jatuh itu adalah anaknya dan pohon kemiri itu sendiri adalah orangtua si anak tersebut.

Berikut ini adalah lirik lagu dari Madekdek Magambiri:

Madekdek magambiri, da hasian,
Sai madekdek tu alaman, da hasian,
Molo dung hubege soarami dahasian.


Na lobian na butong mangan dahasian,
Molo dung hubege soarami dahasian,
Na lobian na butong mangan dahasian.


Madekdek magambiri dahasian,
Sai madekdek tu alaman da hasian,
Molo dung hubege soarami dahasian.


Dina lao modom au marnipi da hasian,
Molo dung hubege soarami dahasian,
Dina lao modom au marnipi da hasian.


12. Cikala Le Pong Pong

Lagu Cikala Le Pong Pong ini adalah sebuah lagu tradisional dengan memiliki tempo beat. Dan lagu yang satu ini juga sangat populer di masyarakat pakpak. Lagu Cikala Le Pong Pong ini sering dinyanyikan pada acara formal maupun diacara non formal.

13. PISO SURIT

Lagu berikutnya adalah PISO SURIT. Lagu ini berasal dari tanah karo, dan lagu ini menggambarkan tentang rasa rindu seseorang terhadap sang kekasihnya yang tidak tau dimana rimbanya.

14. ALUSI AU

Lagu ALUSI AU ini juga cukup populer di tanah Batak. Lagu yang mana di buat oleh Nahum Situmorang ini sangat dikenal sebagai lagu daerah khas Sumatera Utara. Kata ALUSI AU yang diartikan sebagai “Jawablah aku” ini dinyanyikan oleh trio ambisi.

15. SITTOGOL

Lagu tradisional sumut yang terakhir ini berasal dari daerah Mandailing. Dan lagu SITTOGOL adalah sebuah lagu yang memiliki tempo cepat yang mana dalam isinya mengajak untuk selalu bergembira ria dan juga melepaskan diri dari rasa susah hati.

Lihat juga yuk: lagu daerah sumaetara barat

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa negara Indonesia adalah negara yang kaya akan suku, budaya, tradisi, dan juga adatnya. Maka tidaklah heran jika setiap provinsi memiliki lagu tradisional masing-masing, yang mana dari lagu-lagu tersebut menjadikan sebuah ciri khas dan karakteristik tersendiri dari daerah tersebut.

Tidak terkecuali dari kumpulan lagu Daerah Sumatera Utara yang paling populer seperti yang sudah dibaha diatas.

Nah meskipun Sumatera Utara telah dihuni oleh suku Melayu dan juga Batak tapi untuk variasi lagu daerah Sumut banyak yang didominasi oleh lagu-lagu Batak sesuai dengan asalnya. Dan lagu-lagu tersebut banyak sekali menceritakan tentang hubungan sesama manusia terutama hubungan keluarga dan juga hubungan percintaan atau asmara.

Demikianlah ulasan tentang lagu daerah dari provinsi Sumatera Utara yang kami berikan untuk kalian semua. Semoga bisa bermanfaat untuk semuanya!.