Beranda Pantun 20+ Jenis-Jenis Pantun: Ciri, Macam, Contoh Pantun

20+ Jenis-Jenis Pantun: Ciri, Macam, Contoh Pantun

20+ JenisJenisPantun: Ciri, Macam, Contoh Pantun

Jenis Pantun – Mungkin kalian sudah sering mendengarkan istilah pantun? Tapi apakah sudah mengetahui apa itu pantun? Jeni-jenis pantun? dan juga contoh pantun?.

Pantun adalah salah satu jenis karya sastra yang sangat populer di Indonesia. Pantun ini juga merupakan sebuah bentuk puisi Indonesia atau Melayu.

Selain itu juga termasuk jenis puisi lama yang memiliki berbagai ketentuan dan aturan. Maka dari itu, puisi tidak dapat dikatakan sebagai pantun jika tidak memiliki ketentuan dan juga aturan yang telah ditetapkan.

Ciri-Ciri Pantun

Umumnya sebuah pantun itu akan memiliki ciri-ciri tertentu. Berikut ini beberapa ciri-ciri sebuah pantun yang perlu kalian ketahui:

  • Pantun terdiri dari 4 baris.
  • Pantun bersajak a-b-a-b, artinya bahwa setiap format baris pertama dan ketiga harus memiliki akhiran huruf yang sama, dan untuk baris kedua dan keempat juga harus memiliki akhiran huruf atau lafal yang sama.
  • Biasanya setiap baris terdapat 8 sampai 12 suku kata.
  • Baris pertama dan baris kedua menjadi sampiran.
  • Baris ketiga dan keempat menjadi isi.

Jenis Pantun Berdasarkan Keterkaitan Sampiran dan Isinya

Untuk jenis pantun berdasarkan keterkaitan sampiran (baris ke-1 dan ke2) dan juga isi (baris ke-3 dan baris ke-4), bisa dibedakan menjadi 2 jenis, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Pantun mulia

Pantun mulia adalah jenis yang pada bagian sampiran (baris ke-1 dan baris ke-2) berfungsi selain mempersiapkan lafal untuk isi, tapi juga berfungsi sebagai isarat dari (baris ke-3 dan baris ke-4), dan berikut ini adalah contoh pantun mulia.

Air di dalam tambah dalam (sampiran)
Hujan di hulu belum juga teduh (sampiran)
Hati ini dendam bertambah dendam (isi – artinya hatinya bertambah marah)
Dendam dahulu belum juga sembuh (isi – kemarahannya dari dulu masih ada)

2. Pantun tak mulia

Pantun ini dikatakan sebagai pantun tak mulia karena sampirn yang ada di baris ke 1 – 2 hanya berfungsi sebagai lafal untuk isi pantun saja. Dan untuk kata-kata yang terdapat di dalam sampiran juga tidak memiliki hubungan dengan bagian isi pada bari ke 3 – 4. Berikut ini adalah contoh pantun tak mulia.

Tanam padi di tengah sawah (sampiran)
Hamparan sawah di tepi rumah mewah (sampiran)
Supaya hidup menjadi berkah (isi – artinya agar hidup menjadi berkah)
Maka harus rajin beribadah (isi – artinya harus rajin beribadah)

Jenis Pantun Berdasarkan Isi

Selain itu kita juga dapat mengetahui jenis pantun berdasarkan isinya, berikut ini adalah jenis-jenisnya.

1. Pantun Anak-Anak

Pantun berduka cita: Pantun ini adalah pentun yang memiliki isi tentang ungkapan rasa kesedihan atau duka cita. Berikut contoh pantun berduka cita.

Memetik duku di kota Kedua (Sampiran)
Membeli tenda uangnya hilang (Sampiran)
Aku menangis hingga tersedu-sedu (Isi – artinya aku menangis hingga terisak-isak)
Karena ayah tak kunjung pulang (isi – artinya tangisku karena ibu lama tidak pulang ke rumah)

Pantun bersuka cita: Pantun yang berisikan cerita tentang ungkapan perasaan kebahagiaan, berikut contoh pantun bersuka cit.

Burung kenari burung dara (sampiran)
Terbang kearah angkasa luas (sampiran)
Hati siapa tak gembira (isi – artinya setiap anak akan bahagia)
Karena beta telah naik kelas (isi – artinya telah naik kelas)

2. Jenis Pantun Jenaka

Pantun jenaka adalah sebuah jenis pantun yang memiliki tujuan untuk menhibur para pembaca atau pendengar pantun. Selain itu, pantun jenaka ini sering digunakan sebagai media untuk menyindir dalam suasana akrab, sehingga tidak akan menyinggung perasaan. Pantun jenakan ini bisa digunakan untuk mencarikan suasana. Berikut adalah contoh pantun jenaka.

Jalan-jalan sekitar rawa (sampiran)
Jika lelah duduk dipohon palm (sampiran)
Perut sakit menahan tawa (Isi – artinya ingin tertawa karena lucu namun ditahan)
Melihat cacing memakai helm (Isi – artinya lucu ketika melihat cacing yang memakai helm, cacing sama helm gedean helmnya )

3. Pantun Kias

Pantun kias adalah sebuah pantun yang mengandung makna kanotasi atau perumpamaan dan umumnya pantun ini akan menggunakan majas metafora. Berikut contoh pantun kias.

Kayu tempinis dari kuala(sampiran)
Dibawa orang pergi Melaka (sampiran)
Berapa manis bernama nira (Isi – artinya sebaiknya mampu mengubah sesuatu, nira : air kelapa)
Simpan lama menjadi cuka (Isi – artinya agar nantinya mendapatkan manfaat darinya)

4. Pantun Peribahasa

Pantun peribahasa merupakan jenis pantung yang berisikan ungkapan yang memiliki susunan tetap. Beikut contoh pantun peribahasa.

Ke hulu potong pagar (sampiran)
Jangan terpotong pohon durian (sampiran)
Carilah guru tempat belajar (Isi – artinya selagi masih muda harus belajar dengan seorang guru)
Janganlah sesal kemudian (Isi – artinya agar nanti tidak menyesal dikemudian hari)

5. Pantun Percintaan

Pantun percintaan adalah sebuah pantun yang berisi tentang percintaan, dan kasih sayang. Berikut ini adalah contoh pantun percintaan.

Coba-coba bertanam mumbang (sampiran)
Semoga saja menjadi kelapa (sampiran)
Coba-coba menanam sayang (Isi – artinya penulis berusaha memberikan rasa sayang kepada seseorang)
Semoga saja tumbuh cinta (Isi – artinya penulis berharap orang lain pun memiliki rasa cinta)

6. Jenis Pantun Perpisahan

Pantun perpisahan merupakan pantun yang memiliki isi sebuah perpisahan. Dibawah adalah contoh pantun perpisahan.


Pucuk mangga delima batu (sampiran)
Anak sembilang di tapak tangan (sampiran)
Biar jauh di negeri satu (Isi – artinya walaupun jauh namun masih dalam satu negara)
Hilang di mata di hati jangan (Isi – artinya meskipun tak bisa dilihat secara langsung, namun jangan sampai perasaannya juga menghilang)


7. Pantun Teka-Teki

Pantun teka-teki adalah jenis pantun yang berisikan tentang terkaan atau tebakan pada pantun tersebut. Berikut adalah contoh pantun teka-teki.


Pucuk mangga delima batu(sampiran)
Anak sembilang di tapak tangan(sampiran)
Biar jauh di negeri satu(Isi – artinya walaupun jauh namun masih dalam satu negara)
Walaupun jauh dimata namun di hati jangan (Isi – artinya meskipun tak bisa dilihat secara langsung, namun jangan sampai perasaannya juga menghilang).


8. Pantun Nasehat

Pantun nasehat adalah pantun yang memiliki isi tentang pesan nasehat, anjuran, imbauan yang baik untuk dilaksanakan. Dibawah adalah contoh pantun nasehat.


Kemuning tengah balai (sampiran)
Bertumbuh lalu semakin tinggi (sampiran)
Bermusyawarah dengan orang yang tak pandai (Isi – artinya bermusyawarah dengan orang yang bodoh)
Bagaikan alu pencungkil duri (Isi – artinya tidak akan menyelesaikan masalah)


9. Jenis Pantun Kepahlawanan

Pantun kepahlwanan ini adalah pantun yang memiliki isi tentang semangat kepahlawanan, patriotisme, dan juga kebangsaan. Berikut contoh pantun kepahlawanan.


Jika seorang menjaring ungka (sampiran)
Rebung seiris akan mengukusnya (sampiran)
Jikalau arang tercorong ke muka (Isi – artinya pahlawan akan melawan saat penjajah menyerang bangsa)
Ujung keris akan menghapusnya (Isi – artinya perlawanan pahlawan bisa dilakukan dengan keris, yang merupakan senjata asli nusantara)


10. Pantun Agama

Pantun agama ini merupakan jenis pantun yang bertemakan atau berisi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan keagamaan. Berikut contoh pantun keagamaan.


Banyak sekali bulan mulia (sampiran)
Namun tidak semulia bulan puasa (sampiran)
Jadi manusia harus selalu bertakwa (Isi – artinya menjadi manusia harus selalu bertakwa)
Kepada Tuhan Yang Esa (Isi – artinya namun hanya satu yang mulia yaitu Tuhan yang esa)


11. Pantun Adat

Pantun adat, pantun yang memiliki isi mengenai adat istiadat dan juga kebudayaan. Berikut contoh pantun adat.


Menanam kelapa di tanah Bukum (sampiran)
Tinggi sedepa telah berbuah (sampiran)
Adat bermula dari hukum (Isi – artinya adat suatu suku awalnya berasal dari aturan)
Hukum sandar dari Kitabullah (Isi – artinya aturan aturan yang menjadi adat bersandar dari kitab Allah)


12. Jenis Pantun Persahabatan

Pantun persahabatan adalah pantun yang berisikan tentang persahabatan atau hubungan dengan teman. Berikut contoh pantun persahanatan.


Jalan jalan ke kota Pekalongan (sampiran)
Di Pekalongan beli batik (sampiran)
Kalau kau cari teman (Isi – artinya ketika kamu memilih teman atau sahabat)
Carilah seorang teman yang baik (Isi – artinya pilihlah teman yang baik)


13. Jenis Pantun Perkenalan

Ini merupakan pantun yang berisi tentang ungkapan perkenalan kepada seseorang dan juga sebuah ungkapan ketika berkenalan. Berikut contoh pantun perkenalan.


Dari mana hendak ke mana (sampiran)
Manggis kupas dengan pisau (sampiran)
Jika kami boleh bertanya (Isi – artinya seseorang ingin berkenalan)
Gadis manis siapa namamu (isi – artinya kepada seorang gadis ia menanyakan namanya)


14. Pantun Nasib

Pantun yang satu ini adalah sebuah pantun yang berisikan gambaran keadaan seseorang. Berikut contoh pantun nasib.


Pergi ke sekolah mampir Cimahi (sampiran )
Depan bukit lihat belalang (sampiran)
Mungkin memang sudah takdir ilahi (isi – artinya sepertinya sudah ketetapan Tuhan)
Badan sakit tertinggal tulang (isi – artinya memiliki penyakit yang tidak kunjung sembuh)


Jenis Pantun Berdasarkan Suku Daerah

Setiap daerah di Indonesia tentu memiliki pantun yang menjadi sebuah ciri khas. Berikut ini adalah beberapa sebutan pantun di berbagai suku yang ada di Indonesia.

  • Jawa menyebut pantun sebagai parikan.
  • Sunda menyebut pantun sebagai Susulan atau Sindiran.
  • Aceh menyebut pantun sebagai Boligoni atau Rejong.
  • Melayu, Banjar dan juga Minang menyebut pantun sebagai Pantun.
  • Mandailing menyebut pantun sebagai Ende-Ende.

1. Pantun Betawai

Pantun betawai ini tersebar diberbagai daerah betawi. Hal paling menonjol pada pantun betawai adalah ekspresi spontannya. Oleh karena itu, biasanya hampir semua pantun betawi itu tak berkaitan dengan isi pantun. Sampiran tersebut juga seperti terlontar apa adanya, bebeas, lepas dan juga spontan. Berikut adalah contoh pantun betawi.

Mbelah nangka di daon waru (sampiran)
Daon digelar ama pengejeg (sampiran)
Sapa nyangka nasibnya guru (Isi – artinya tidak ada yang dapat menentukan nasib seorang guru)
Pagi ngajar sorenya ngojeg (Isi – artinya paginya mengajari murid-murid kemudian sorenya bekerja sebagai ojek motor)

2. Pantun Sunda

Pantun sunda ini memiliki makna yang berbeda dengan pantun melayu. Kalau pantun melayu lebih mendekati ke sisindiran sunda. Sisindiran sunda ini merupakan puisi yang terdiri dari dua bagian yaitu sampiran dan isi. Tapi kalau pantun sunda merupakan sebuah seni pertunjukan berupa tutur kata berbentuk sastra sunda yang mana disajikan secara prolog, dialog, dan juga sering dinyanyikan. Berikut contoh pantun sunda.

Seng getol nginum jajamu (Sampiran – rajin-rajinlah minum jamu)
Nu guna nguatkeun urat (sampiran – yang bermanfaat menguatkan urat)
Sing getol neangan ilmu (isi – artinya rajin rajinlah menuntut ilmu)
Nu guna dunya akhirat (isi – artinya yang bermanfaat bagi dunia akhirat)

3. Pantun Banjar

Pantun banjar sendiri adalah sebuah pantun yang ditulis menggunakan bahasa banjar dengan mental dan juga bentuk fisik tertentu yang sesuai konvensi khusu yang mana sudah berlaku di dalam literatur folkor banjar.

Bahasa banjar sering digunakan oleh suku banjar di kalimantan selatan dan juga disekitarnya. Berikut contoh pantun banjar.

Rak sinduk jangan dibuang
Sampai rusakan talimpat pulang
Ratik banyak bukan kapalang
Sungai jangan tampat mambuang

Itulah ulasan mengenai jenis-jenis pantun lengkap beserta contohnya. Semoga dengan ulasan diatas bisa dijadikan sebagai referensi khususnya dalam mempelajari jenis-jenis pantun.